Link Worth

Bait-bait Indah

Written by permata on 13.26

Tak ingin segera melepaskan pelukan. Erat, dan semakin kuat merengkuh. Lalu dielusnya dengan lembut wajah teduh yang dihiasi jilbab berwarna pudar itu. Kedua pasang mata saling menatap mesra, penuh cinta. Tangan pun perlahan takzim diciumnya, berharap kelak merengkuh syurga. Kemudian kaki tegap melangkah dengan iringan senyum serta doa isteri. Susuk tubuh itu tampak semakin menjauh, namun hati akan selalu memautkan butir-butir rindu.


Lelaki biasa itu sesungguhnya susuk yang begitu sederhana. Dirinya hadir untuk mengisi rongga jiwa yang dahaga setelah tiba pertemuan yang ditentukan Sang Pemilik Cinta. Kala itu, memang tidak ada mahar intan permata atau janji sebuah istana nan megah. Ikatan suci hanya diikrarkan dengan bingkai kesederhanaan di mata manusia. Penuh harapan, menyulam keredhaan Sang Pencipta.


Susuk tegarnya memang tak pernah ragu mencari rezeki walau hanya sekadar sesuap nasi. Hatinya teguh, bahkan ketika cahaya mentari pagi belum sempurna kerana sang suria masih meringkuk di peraduan. Demi keluarga, jiwa serta raga rela digalang dengan kerasnya kehidupan. Meniti hari dan waktu, dibelahnya langit serta samudra..Masya Allah...Sungguh teramat indah kehidupan dua manusia yang saling mencintai. Dan bukankah dengan cinta itu telah menjadikan sepasang manusia rela bersatu?


Selalu...Penantian yang tercinta di rumah akan membangkitkan jutaan harapan. Sehingga, lahirlah dua hati yang saling merindui. Kerananya pula semangat semakinmeluap dan sekujur tubuh terasa lebih bergelora. Impian pun menyelimuti jiwa hingga menggerakkan raga untuk menjadikannya sebuah kenyataan. Kerinduan memang senantiasa melahirkan kebahagiaan.Kembali dipatrinya di lubuk hati, lelaki perkasa adalah seseorang yang mendapatkan sedikit harta dengan cucuran keringat sendiri. Kemudian dengan itudiberikannya makanan dan pakaian untuk dirinya serta orang-orang tersayang. Wanita yang senantiasa menunggu kepulangannya di rumah juga tak pernah meminta lebih. Sabar menerima apa saja yang diberikan, apatah lagi itu semua adalah tanda cinta sang belahan jiwa.


Ketegarannya mencari nafkah sungguh menerbitkan bangga. Keikhlasan membanting tulang demi keluarga, bahkan walau dengan bergenang air mata darahmenunjukkan jati dirinya sebagai pahlawan usrah…Justeru tidak hairanlah, bau keringatnya setelah seharian mencari nafkah selalu menebarkan aroma kerinduan.Duhai Pemilik Cinta...Betapa sujud panjang dan titisan air mata kesyukuran seakan tidak ada erti dengan apa yang selama ini telah Engkau berikan. Lelaki itu sesungguhnya bukanlahNabi Allah Daud yang juga senantiasa mencari makan dari hasil usahanya sendiri. Namun, semoga pula jerih payahnya menuai pahala tiada henti.Dan, ketika untuk kesekian kalinya bola mata sang isteri menyorotkan tanya di saat susuk itu pulang di malam yang larut. Bahkan jemarinya belum lagi sempat menyambut jemari keras susuk itu, sang suami pun menjawab dengan lembut, "Kerana kau cintaku..."


Selalu, dan sentiasa hanya kerana itu.


http://senjahati.blogspot.com/2007_03_01_archive.html

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book
  1. 0 komentar: Responses to “ Bait-bait Indah ”

Blog ini hanya kumpulan artikel pilihan dari berbagai penjuru alam dunia perblogan. Diabadikan untuk referensi diri atau bagai siapa saja yang memerlukannya. Semoga ada manfaatnya. Baik bagi penulis, pembaca, tidak lupa bagi yang bikin dan ngurusi blog ini.

Recent Posts